Senin, 13 Januari 2014

Tugas 8



AGAMA DAN MASYARAKAT
·         Fungsi Agama dan Masyarakat
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat   dipecahakan   secara   empiris   karena   adanya   keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan   fungsinya   sehingga   masyarakat   merasa   sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :

a.       Fungsi edukatif.

Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.

b.      Fungsi penyelamatan.

Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.

c.       Fungsi pengawasan sosial (social control)

Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :

    Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
    Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.

d.      Fungsi memupuk Persaudaraan.

Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.

    Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
    Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
    Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama

e.       Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan  menurut   Thomas   F.  O’Dea  menuliskan   enam  fungsi agama dan masyarakat yaitu:

1.      Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2.      Sarana hubungan  transendental  melalui  pemujaan dan upacara Ibadat.
3.      Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4.      Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
5.      Pemberi identitas diri.
6.      Pendewasaan agama.

Sedangkan menurut  Hendropuspito  lebih ringkas  lagi,  akan tetapi   intinya   hampir   sama.   Menurutnya   fungsi   agama   dan masyarakat   itu   adalah   edukatif,   penyelamat,   pengawasan   sosial, memupuk persaudaraan, dan transformatif.
Analisa :
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia danmasyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasipada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalammengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai  agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma  atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.

·         Konflik Yang ada di Dalam Agama Masyarakat yang berkaitan.
Sepanjang sejarah agama dapat memberi sumbangsih positif bagi masyarakat dengan memupuk persaudaraan dan semangat kerjasama antar anggota masyarakat. Namun sisi yang lain, agama juga dapat sebagai pemicu konflik antar masyarakat beragama. Ini adalah sisi negatif dari agama dalam mempengaruhi masyarakat Dan hal ini telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia.
Pada bagian ini akan diuraikan sebab terjadinya konflik antar masyarakat beragama khususnya yang terjadi di Indonesia dalam perspektif sosiologi agama.
Hendropuspito mengemukakan bahwa paling tidak ada empat hal pokok sebagai sumber konflik sosial yang bersumber dari agama.1457
Dengan menggunakan kerangka teori Hendropuspito, penulis ingin menyoroti konflik antar kelompok masyarakat Islam - Kristen di Indonesia, dibagi dalam empat hal, yaitu:
A. Perbedaan Doktrin dan Sikap Mental
·         Semua pihak umat beragama yang sedang terlibat dalam bentrokan masing-masing menyadari bahwa justru perbedaan doktrin itulah yang menjadi penyebab dari benturan itu.
·         Entah sadar atau tidak, setiap pihak mempunyai gambaran tentang ajaran agamanya, membandingkan dengan ajaran agama lawan, memberikan penilaian atas agama sendiri dan agama lawannya. Dalam skala penilaian yang dibuat (subyektif) nilai tertinggi selalu diberikan kepada agamanya sendiri dan agama sendiri selalu dijadikan kelompok patokan, sedangkan lawan dinilai menurut patokan itu.
·         Agama Islam dan Kristen di Indonesia, merupakan agama samawi (revealed religion), yang meyakini terbentuk dari wahyu Ilahi Karena itu memiliki rasa superior, sebagai agama yang berasal dari Tuhan.
·         Di beberapa tempat terjadinya kerusuhan kelompok masyarakat Islam dari aliran sunni atau santri. Bagi golongan sunni, memandang Islam dalam keterkaitan dengan keanggotaan dalam umat, dengan demikian Islam adalah juga hukum dan politik di samping agama. Islam sebagai hubungan pribadi lebih dalam artian pemberlakuan hukum dan oleh sebab itu hubungan pribadi itu tidak boleh mengurangi solidaritas umat, sebagai masyarakat terbaik di hadapan Allah. Dan mereka masih berpikir tentang pembentukan negara dan masyarakat Islam di Indonesia. Kelompok ini begitu agresif, kurang toleran dan terkadang fanatik dan malah menganut garis keras.1458
Karena itu, faktor perbedaan doktrin dan sikap mental dan kelompok masyarakat Islam dan Kristen punya andil sebagai pemicu konflik.
B. Perbedaan Suku dan Ras Pemeluk Agama
Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan ras dan agama memperlebar jurang permusuhan antar bangsa. Perbedaan suku dan ras ditambah dengan perbedaan agama menjadi penyebab lebih kuat untuk menimbulkan perpecahan antar kelompok dalam masyarakat.
Contoh di wilayah Indonesia, antara Suku Aceh dan Suku Batak di Sumatera Utara. Suku Aceh yang beragama Islam dan Suku Batak yang beragama Kristen; kedua suku itu hampir selalu hidup dalam ketegangan, bahkan dalam konflik fisik (sering terjadi), yang merugikan ketentraman dan keamanan.
Di beberapa tempat yang terjadi kerusuhan seperti: Situbondo, Tasikmalaya, dan Rengasdengklok, massa yang mengamuk adalah penduduk setempat dari Suku Madura di Jawa Timur, dan Suku Sunda di Jawa Barat. Sedangkan yang menjadi korban keganasan massa adalah kelompok pendatang yang umumnya dari Suku non Jawa dan dari Suku Tionghoa. Jadi, nampaknya perbedaan suku dan ras disertai perbedaan agama ikut memicu terjadinya konflik.
C. Perbedaan Tingkat Kebudayaan
Agama sebagai bagian dari budaya bangsa manusia. Kenyataan membuktikan perbedaan budaya berbagai bangsa di dunia tidak sama. Secara sederhana dapat dibedakan dua kategori budaya dalam masyarakat, yakni budaya tradisional dan budaya modern.
Tempat-tempat terjadinya konflik antar kelompok masyarakat agama Islam - Kristen beberapa waktu yang lalu, nampak perbedaan antara dua kelompok yang konflik itu. Kelompok masyarakat setempat memiliki budaya yang sederhana atau tradisional: sedangkan kaum pendatang memiliki budaya yang lebih maju atau modern. Karena itu bentuk rumah gereja lebih berwajah budaya Barat yang mewah.
Perbedaan budaya dalam kelompok masyarakat yang berbeda agama di suatu tempat atau daerah ternyata sebagai faktor pendorong yang ikut mempengaruhi terciptanya konflik antar kelompok agama di Indonesia.
D. Masalah Mayoritas da Minoritas Golongan Agama
Fenomena konflik sosial mempunyai aneka penyebab. Tetapi dalam masyarakat agama pluralitas penyebab terdekat adalah masalah mayoritas dan minoritas golongan agama.
Analisa :
Di berbagai tempat terjadinya konflik, massa yang mengamuk adalah beragama Islam sebagai kelompok mayoritas; sedangkan kelompok yang ditekan dan mengalami kerugian fisik dan mental adalah orang Kristen yang minoritas di Indonesia. Sehingga nampak kelompok Islam yang mayoritas merasa berkuasa atas daerah yang didiami lebih dari kelompok minoritas yakni orang Kristen. Karena itu, di beberapa tempat orang Kristen sebagai kelompok minoritas sering mengalami kerugian fisik, seperti: pengrusakan dan pembakaran gedung-gedung ibadat.

Tugas 7




·         CARI KASUS TENTANG ILMU TEKHNOLOGI BARAT DENGAN INDONESIA, DAN BERIKAN ANALISIS NYA!

Bangsa Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Penjajahan dimulai ketika Turki Ottoman merebut Konstantinopel mengubahnya menjadi Istambul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang melewati Istambul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya atau menjajahnya. Pertanyaannya mengapa bangsa Timur tidak dapat melawan penjajahan bangsa Barat? Hal ini disebabkan oleh mereka kalah dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertanyaannya selanjutnya adalah bagaimana bangsa Barat dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya melebihi bangsa Timur yang sebenarnya memiliki peradaban lebih awal dari bangsa bangsa Barat. Ada beberapa hal untuk menjawab pertanyaan ini.
Dan Indonesia memang sangat tertinggal sangat jauh di bandingkan dengan Negara Negara asing di dunia, Indonesia lebih bias menggunakan dari pada membuat sesuatu dibandingkan dengan Negara Negara di dunia yang lebih aktif bukan pasif.
Analisa :
Sama pula dengan Negara Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat pesat di Negara barat, sangat berbeda dengan Indonesia yang hanya mengandalkan dengan cara “Membeli” barang tersebut tanpa tahu seluk beluk nya teknologi itu berasal

·         TEKNOLOGI DALAM MENGATASI KEMISKINAN. DAN BERIKAN ANALISIS!!

Kita ketahui angka kemiskinan di indonesia sangatlah tinggi, masih banyak rakyat yang merasakan hidup di garis kemiskinan menurut survey sampai dengan tahun 2011, tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan 12,49% dari 13,33% pada tahun 2010.
tetapi angka tersebut masih tinggi , karna itulah bisa dibilang masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan. lalu apakah pemerintah sudah melakukan cara untuk mengatasi masalah kemiskinan ini ? jawabannya adalah sudah tetapi usaha pemerintah belum maksimal misalnya pemerintah telah melakukan pengembangan tenaga kerja, mendorong pembangunan ekonomi dan masih banyak lagi. lalu apakah dengan zaman yang semakin modern, teknologi dapat sebagai alat bantu untuk mengatasi kemiskinan ? 


saat ini apresiasi masyarakat umum masih sangat kurang kepada teknologi, kesadaran akan potensi TIK sebagai penanggulangan kemiskinan seharusnya lebih ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, pendekatan seperti ini diharapkan dapat menggugah kaum miskin itu sendiri agar sadar akan eksistensi dan merasakan manfaat dari penggunaan TIK. peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan dengan kegiatan seperti seminar, media massa dll. selain itu pemerintah juga dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta dan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan seminar yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, perindustrian, dan perdagangan.

Analisa :

dengan demikian, terlihat jelas bahwa pemanfaatan teknologi juga memiliki peranan penting bagi menuntaskan permasalah kemiskinan, terutama di Indonesia.dengan begitu seharusnya pemerintah bisa memakai teknologi sebagai alat bantu mengatasi kemiskinan. tidak hanya itu dengan cara ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

tetapi terdapat juga efek negatif dari teknologi, bagi masyarakat yang belum siap mental teknologi  bisa berdampak negatif misalnya saja AntiSocial Behavior salah satu dampak dimana pengguna teknologi tersebut tidak lagi perduli pada lingkungan sosialnya, orang ini akan cenderung menutup dirinya dan tidak berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal, bila hal tersebut tidak ditanggulangi maka terjadi dampak yang buruk dimana manusia lama kelamaan akan individualis.

Tugas 7




·         CARI KASUS TENTANG ILMU TEKHNOLOGI BARAT DENGAN INDONESIA, DAN BERIKAN ANALISIS NYA!

Bangsa Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Penjajahan dimulai ketika Turki Ottoman merebut Konstantinopel mengubahnya menjadi Istambul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang melewati Istambul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya atau menjajahnya. Pertanyaannya mengapa bangsa Timur tidak dapat melawan penjajahan bangsa Barat? Hal ini disebabkan oleh mereka kalah dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertanyaannya selanjutnya adalah bagaimana bangsa Barat dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya melebihi bangsa Timur yang sebenarnya memiliki peradaban lebih awal dari bangsa bangsa Barat. Ada beberapa hal untuk menjawab pertanyaan ini.
Dan Indonesia memang sangat tertinggal sangat jauh di bandingkan dengan Negara Negara asing di dunia, Indonesia lebih bias menggunakan dari pada membuat sesuatu dibandingkan dengan Negara Negara di dunia yang lebih aktif bukan pasif.
Analisa :
Sama pula dengan Negara Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat pesat di Negara barat, sangat berbeda dengan Indonesia yang hanya mengandalkan dengan cara “Membeli” barang tersebut tanpa tahu seluk beluk nya teknologi itu berasal

·         TEKNOLOGI DALAM MENGATASI KEMISKINAN. DAN BERIKAN ANALISIS!!

Kita ketahui angka kemiskinan di indonesia sangatlah tinggi, masih banyak rakyat yang merasakan hidup di garis kemiskinan menurut survey sampai dengan tahun 2011, tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan 12,49% dari 13,33% pada tahun 2010.
tetapi angka tersebut masih tinggi , karna itulah bisa dibilang masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan. lalu apakah pemerintah sudah melakukan cara untuk mengatasi masalah kemiskinan ini ? jawabannya adalah sudah tetapi usaha pemerintah belum maksimal misalnya pemerintah telah melakukan pengembangan tenaga kerja, mendorong pembangunan ekonomi dan masih banyak lagi. lalu apakah dengan zaman yang semakin modern, teknologi dapat sebagai alat bantu untuk mengatasi kemiskinan ? 


saat ini apresiasi masyarakat umum masih sangat kurang kepada teknologi, kesadaran akan potensi TIK sebagai penanggulangan kemiskinan seharusnya lebih ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, pendekatan seperti ini diharapkan dapat menggugah kaum miskin itu sendiri agar sadar akan eksistensi dan merasakan manfaat dari penggunaan TIK. peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan dengan kegiatan seperti seminar, media massa dll. selain itu pemerintah juga dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta dan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan seminar yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, perindustrian, dan perdagangan.

Analisa :

dengan demikian, terlihat jelas bahwa pemanfaatan teknologi juga memiliki peranan penting bagi menuntaskan permasalah kemiskinan, terutama di Indonesia.dengan begitu seharusnya pemerintah bisa memakai teknologi sebagai alat bantu mengatasi kemiskinan. tidak hanya itu dengan cara ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

tetapi terdapat juga efek negatif dari teknologi, bagi masyarakat yang belum siap mental teknologi  bisa berdampak negatif misalnya saja AntiSocial Behavior salah satu dampak dimana pengguna teknologi tersebut tidak lagi perduli pada lingkungan sosialnya, orang ini akan cenderung menutup dirinya dan tidak berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal, bila hal tersebut tidak ditanggulangi maka terjadi dampak yang buruk dimana manusia lama kelamaan akan individualis.

Tugas 7




·         CARI KASUS TENTANG ILMU TEKHNOLOGI BARAT DENGAN INDONESIA, DAN BERIKAN ANALISIS NYA!

Bangsa Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Penjajahan dimulai ketika Turki Ottoman merebut Konstantinopel mengubahnya menjadi Istambul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang melewati Istambul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya atau menjajahnya. Pertanyaannya mengapa bangsa Timur tidak dapat melawan penjajahan bangsa Barat? Hal ini disebabkan oleh mereka kalah dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertanyaannya selanjutnya adalah bagaimana bangsa Barat dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya melebihi bangsa Timur yang sebenarnya memiliki peradaban lebih awal dari bangsa bangsa Barat. Ada beberapa hal untuk menjawab pertanyaan ini.
Dan Indonesia memang sangat tertinggal sangat jauh di bandingkan dengan Negara Negara asing di dunia, Indonesia lebih bias menggunakan dari pada membuat sesuatu dibandingkan dengan Negara Negara di dunia yang lebih aktif bukan pasif.
Analisa :
Sama pula dengan Negara Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat pesat di Negara barat, sangat berbeda dengan Indonesia yang hanya mengandalkan dengan cara “Membeli” barang tersebut tanpa tahu seluk beluk nya teknologi itu berasal

·         TEKNOLOGI DALAM MENGATASI KEMISKINAN. DAN BERIKAN ANALISIS!!

Kita ketahui angka kemiskinan di indonesia sangatlah tinggi, masih banyak rakyat yang merasakan hidup di garis kemiskinan menurut survey sampai dengan tahun 2011, tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan 12,49% dari 13,33% pada tahun 2010.
tetapi angka tersebut masih tinggi , karna itulah bisa dibilang masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan. lalu apakah pemerintah sudah melakukan cara untuk mengatasi masalah kemiskinan ini ? jawabannya adalah sudah tetapi usaha pemerintah belum maksimal misalnya pemerintah telah melakukan pengembangan tenaga kerja, mendorong pembangunan ekonomi dan masih banyak lagi. lalu apakah dengan zaman yang semakin modern, teknologi dapat sebagai alat bantu untuk mengatasi kemiskinan ? 


saat ini apresiasi masyarakat umum masih sangat kurang kepada teknologi, kesadaran akan potensi TIK sebagai penanggulangan kemiskinan seharusnya lebih ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, pendekatan seperti ini diharapkan dapat menggugah kaum miskin itu sendiri agar sadar akan eksistensi dan merasakan manfaat dari penggunaan TIK. peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan dengan kegiatan seperti seminar, media massa dll. selain itu pemerintah juga dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta dan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan seminar yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, perindustrian, dan perdagangan.

Analisa :

dengan demikian, terlihat jelas bahwa pemanfaatan teknologi juga memiliki peranan penting bagi menuntaskan permasalah kemiskinan, terutama di Indonesia.dengan begitu seharusnya pemerintah bisa memakai teknologi sebagai alat bantu mengatasi kemiskinan. tidak hanya itu dengan cara ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

tetapi terdapat juga efek negatif dari teknologi, bagi masyarakat yang belum siap mental teknologi  bisa berdampak negatif misalnya saja AntiSocial Behavior salah satu dampak dimana pengguna teknologi tersebut tidak lagi perduli pada lingkungan sosialnya, orang ini akan cenderung menutup dirinya dan tidak berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal, bila hal tersebut tidak ditanggulangi maka terjadi dampak yang buruk dimana manusia lama kelamaan akan individualis.