Minggu, 04 Januari 2015

Prospek saya dalam 5 Tahun ke depan.

Prospek 5 tahun kedepan 

Saat ini saya sedang menjalankan aktifitas dan kewajiban saya yaitu menuntut ilmu di Universitas Gunadarma,kuliah saya alhamdulilah sudah berlangsung selama 2,5 tahun. Di tahun 2016 saya akan lulus dan mendapat gelar S1 dibidang sastra inggris.Setelah saya lulus kuliah,saya akan bekerja serta mencari pengalaman di perusahaan asing yang bergerak dibidang perminyakan tempat ayah saya bekerja.

Setelah saya mengerti dunia kerja dan mendalami pekerjaan saya,tak lupa juga saya akan memfokuskan cita-cita saya yang selama ini saya idamkan yaitu menjadi seorang interior designer sebuah apartment dan hotel-hotel berkelas baik didalam maupun diluar negri. Saat ini saya juga mengambil kursus design interior dan arsitektur untuk bekal melanjutkan S2 design interior.

Saya lulus S1 diumur 21 tahun,lalu bekerja dan mendalami pekerjaan saya, lalu melanjutkan S2 di umur 23 tahun. Setelah lulus di umur 25 tahun,saya menikah dan tetap melajutkan pekerjaan tetapi lebih fokus dibidang design interior.Dikarenakan mendesign itu pekerjaan yang lebih santai dan bekerja dengan satu team. pekerjaan mendenah ruang juga dapat saya lakukan dirumah tanpa harus mengabaikan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga nantinya.

Saya juga ingin memiliki bisnis sampingan dengan membuka salon kecantikan / skincare, dimana saya akan mengambil pendidikan tentang dunia kecantikan kulit wajah disebuah sekolah yang didirikan oleh brand ternama Martha tilaar. Setelah saya lulus dari sekolah kecantikan,barulah saya bisa membuka skincare yang akan menjadi bisnis saya.

Dengan kesuksesan yang saya capai dan mendapat banyak penghasilan,saya akan membangun beberapa rumah untuk dijadikan investasi.Rumah-rumah yang akan saya buat itu adalah hasil dari pembelajaran saya selama ini.

Dampak dari Bullying (Tugas Opini)

Pernahkah anda menjadi objek bullyan atau menjadi pelaku yang membully?

Bullying dapat berakibat fatal untuk pelaku dan juga korbannya, karena hal ini dapat berdampak pada harga diri dan masa depan anak. Bahkan tak sedikit korban bullying yang akhirnya berujung pada tragedi bunuh diri. Efek pada jiwa sikologis anak pun ikut terganggu.

Bully dikalangan pelajar bahkan mahasiswa amat terbilang banyak jumlahnya. Mereka biasanya rentan di bully pada saat masih berada di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,bahkan ditempat kerja pun ada yang menjadi bahan bullyan.

Sifat atau karakteristik tertentu yang membuat seorang anak menjadi korban bully.Seprti sifat yang pemalu, penakut, memiliki ukuran fisik yang lebih kecil dibanding teman seusianya, berusia lebih muda,  atau  tidak memiliki banyak teman. 

Sebenarnya semua anak bisa saja menjadi korban bully atau objek ejekan. Hanya saja, dengan adanya sifat atau karakteristik di atas, risiko seorang anak untuk di-bully menjadi lebih besar.Saya sangat menyayangkan atas bullying yang semakin marak ini.

Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mendidik anak agar menjadi pribadi yang tangguh, berani serta percaya diri diiringi juga dengan nilai agama. Sehingga secara otomatis, ia tak mempan di bull bahkan dapat membela diri dengan cara yang lebih baik.

Sabtu, 03 Januari 2015

Prospek 5 tahun kedepan

Saat ini saya sedang menjalankan aktifitas dan kewajiban saya yaitu menuntut ilmu di Universitas Gunadarma,kuliah saya alhamdulilah sudah berlangsung selama 2,5 tahun. Di tahun 2016 saya akan lulus dan mendapat gelar S1 dibidang sastra inggris.Setelah saya lulus kuliah,saya akan bekerja serta mencari pengalaman di perusahaan asing yang bergerak dibidang perminyakan tempat ayah saya bekerja.

Setelah saya mengerti dunia kerja dan mendalami pekerjaan saya,tak lupa juga saya akan memfokuskan cita-cita saya yang selama ini saya idamkan yaitu menjadi seorang interior designer sebuah apartment dan hotel-hotel berkelas baik didalam maupun diluar negri. Saat ini saya juga mengambil kursus design interior dan arsitektur untuk bekal melanjutkan S2 design interior.

Saya lulus S1 diumur 21 tahun,lalu bekerja dan mendalami pekerjaan saya, lalu melanjutkan S2 di umur 23 tahun. Setelah lulus di umur 25 tahun,saya menikah dan tetap melajutkan pekerjaan tetapi lebih fokus dibidang design interior.Dikarenakan mendesign itu pekerjaan yang lebih santai dan bekerja dengan satu team. pekerjaan mendenah ruang juga dapat saya lakukan dirumah tanpa harus mengabaikan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga nantinya.

Saya juga ingin memiliki bisnis sampingan dengan membuka salon kecantikan / skincare, dimana saya akan mengambil pendidikan tentang dunia kecantikan kulit wajah disebuah sekolah yang didirikan oleh brand ternama Martha tilaar. Setelah saya lulus dari sekolah kecantikan,barulah saya bisa membuka skincare yang akan menjadi bisnis saya.

Dengan kesuksesan yang saya capai dan mendapat banyak penghasilan,saya akan membangun beberapa rumah untuk dijadikan investasi.Rumah-rumah yang akan saya buat itu adalah hasil dari pembelajaran saya selama ini.

Opini mengenai bullying yang marak terjadi

Pernahkah anda menjadi objek bullyan atau menjadi pelaku yang membully?

Bullying dapat berakibat fatal untuk pelaku dan juga korbannya, karena hal ini dapat berdampak pada harga diri dan masa depan anak. Bahkan tak sedikit korban bullying yang akhirnya berujung pada tragedi bunuh diri. Efek pada jiwa sikologis anak pun ikut terganggu.

Bully dikalangan pelajar bahkan mahasiswa amat terbilang banyak jumlahnya. Mereka biasanya rentan di bully pada saat masih berada di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,bahkan ditempat kerja pun ada yang menjadi bahan bullyan.

Sifat atau karakteristik tertentu yang membuat seorang anak menjadi korban bully.Seprti sifat yang pemalu, penakut, memiliki ukuran fisik yang lebih kecil dibanding teman seusianya, berusia lebih muda,  atau  tidak memiliki banyak teman.

Sebenarnya semua anak bisa saja menjadi korban bully atau objek ejekan. Hanya saja, dengan adanya sifat atau karakteristik di atas, risiko seorang anak untuk di-bully menjadi lebih besar.Saya sangat menyayangkan atas bullying yang semakin marak ini.

Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mendidik anak agar menjadi pribadi yang tangguh, berani serta percaya diri diiringi juga dengan nilai agama. Sehingga secara otomatis, ia tak mempan di bull bahkan dapat membela diri dengan cara yang lebih baik.