Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi
nonverbal.
Para ahli
komunikasi berbed-beda redaksional dalam mendefinisikan komunikasi,
seperti “pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan” (JL. Aranguren),
“koordinasi makna antara seseorang dengan khalayak” (Melvin L DeFleur), dan
“saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap” (Wilbur Schramm).
Pengertian komunikasi paling populer datang dari Harold Lasswell, yakni “Who says what in which channel to whom and with what effects”, siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa.
Pengertian komunikasi paling populer datang dari Harold Lasswell, yakni “Who says what in which channel to whom and with what effects”, siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa.
BENTUK KOMUNIKASI
A.BENTUK KOMUNIKASI NONVERBAL
Komunikasi nonverbal adalah proses
komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh
komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan
sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan,
kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Para ahli di bidang komunikasi
nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata"
dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi
nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai
komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya
berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga
berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal
ataupun nonverbal.
B.BENTUK KOMUNIKASI VERBAL
Komunikasi
verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan
komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).
Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide,
pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang
non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maupun pembaca ) bisa
lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Komunikasi
bisnis :
Komunikasi
bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang
memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui
simbol - simbol atau sinyal.Dalam komunikasi
bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
·
Memiliki tujuan, artinya komunikasi
bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan
tujuan organisasi.
·
Pertukaran, dalam hal ini melibatkan
paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan komunikan.
·
Gagasan, opini, informasi, instruksi
merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan
kondisinya.
·
Menggunakan saluran personal atau
impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau
melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
·
Meggunakan simbol atau sinyal yang
merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima
untuk menyampaikan pesan.
·
Pencapaian tujuan organisasi: salah
satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari
informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
Komunikasi bisnis
berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya.
Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications )
merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan
sehari-hariantara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.
Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication )
merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang
masing – masing memiliki budaya yang berbeda.
UNSUR-UNSUR DALAM BERKOMUNIKASI
Komunikasi
meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni :
1. Komunikator
= who [communicator, source, sender]
2. Pesan = says
what [message]
3. Media = in
which channel [channel, media]
4. Komunikan = to
whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
5. Efek [effect,
impact, influence]
Hal yang pertama
dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator
yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang menunjang dalam
menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu
komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan simpati dari para
pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti
dalam kegiatan diskusi.
TEKNIK KOMUNIKASI
1. Komunikasi
informatif [informative communication]
2. Komunikasi
persuasif [persuasive communication]
3. Komunikasi
instruktif/ koersif [instructive/ coersive communication]
4. Hubungan
manusiawi [human relation]
TUJUAN KOMUNIKASI
1. Perubahan
sikap [attitude change]
2. Perubahan
pendapat [opinion change]
3. Perubahan
perilaku [behaviour change]
4. Perubahan
sosial [social change]
BENTUK KOMUNIKASI
Pada dasarnya ada
dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu, komunikasi
verbal dan komunikasi nonverbal.
1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal
(verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang
disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral).
Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah
dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
Sedangkan
komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan
aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana
komunikasi verbal dapat bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan dan
dapat bertindak sebagai audience
Adapun dalam
berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun
dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan, seperti
:
·
Berbicara dan Menulis
Suatu pesan yang
sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan,
seperti surat, memo dan laporan
·
Mendengarkan dan Membaca
Untuk mencapai
komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana
orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar (listening)
dan membaca (reading).
2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi
bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang
terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam
penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol,
warna dan intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan
komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi
nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki
rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami
Adapun Komunikasi
Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:
·
Menyediakan dan
memberikan informasi
·
Mangatur alur
suatu percakapan
·
Mengekspresikan
emosi
·
Memberi sifat dan
melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
·
Mengendalikan
atau mempengaruhi orang lain
·
Mempermudah
tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah
Kadang dalam
prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya
kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya
membawa sebagian dari pesan.
Dan relevansinya
dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat menentukan
kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari karateristik
suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui ekspresi
wajah dan mata.
PERMEN UHA
UHA adalah permen susu yang sangat
populer di Jepang. Rahasia dari permen UHA terletak pada rasa manis mereka.
Rasa manis yang diperoleh dari susu sapi murni, plus ditambah dengan rasa yang
terkonsentrasi dan bahan makanan yang terbuat dari bahan baku susu yang dipilih
dengan cermat. Sekarang, permen UHA sudah terkenal di Tokyo, Shanghai dan Hong Kong
serta, Taipei, dan sekarang dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.
Kata "UHA" dari "UHA
Mikakuto" berasal dari dua karakter yang berarti "bermain" dan
"gelombang" dalam bahasa Jepang. Makan permen setiap hari adalah
suatu bentuk "bermain", sementara "gelombang" melambangkan
keinginan untuk menyebarkan gelombang menyenangkan, kaya, pengalaman menarik
sepanjang hidup kita sehari-hari. Kata-kata ini melambangkan perasaan kita
tentang permen, dan kami berharap untuk memberikan pengalaman ini kepada
orang-orang di seluruh dunia. Untuk menangkap perasaan dan makna ini, kami
melakukan bisnis kami di panggung global, kita telah mendefinisikan
"UHA" sebagai “Unique Human Adventure” dalam bahasa Inggris.
Di Japan,UHA
candy sebelumnya bernama Tokuno Milk 8.2, merek permen susu yang telah dicintai
dan dirilis sejak tahun 1990. Dan Terima kasih kepada anda, UHA permen susu
telah menjadi sebuah merek permen susu No 1, yang popular dan dicintai oleh
seluruh masyarakat mulai dari anak, sampai orang tua.
Dalam
website resmi UHA menjelaskan bahwa simnolik UHA menyebarkan benih filosofi
perusahaannya yang bernama "Kelezatan adalah Kelembutan". Berharap
bahwa banyak orang merasakan "Kelezatan adalah Kelembutan" dari
produk-produk UHA.Indonesia memiliki populasi besar di ASEAN, dan dari segi
ekonomi telah berkembang pesat.
Permen yang kita buat telah dicintai dalam
waktu yang lama sebagai salah satu permen asli. Kami berhasil melemparkan
sebuah teknik asli dengan bahan baku berkualitas tinggi ke dalam permen
tradisional, dan menghasilkan produk permen yang “delicious” dan bahkan berbeda
dari produk UHA sebelumnya.UHA menjanjikan anda bahwa kami akan terus
menciptakan permen yang "lezat". Jadi genggam terus permen UHA di
tangan Anda. Kami menabur banyak benih "Kelezatan adalah Kelembutan"
dan, sebagai hasilnya, jika benih tumbuh menjadi bunga, kami percaya bahwa itu
adalah tujuan kami. Di Indonesia, ke depan kami akan terus memberikan permen
yang "delicious" untuk semua orang.
Asti.Febriani
11612223
3SA04
Asti.Febriani
11612223
3SA04
