Taman Margasatwa Ragunan (TMR), yang berlokasi di Jakarta Selatan adalah salah satu sarana rekreasi menyegarkan.
TMR yang lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Ragunan ini, pada
tahun 2008 tercatat memiliki 2.333 ekoh hewan ppeliharaan dan 1.096
satwa liar.
Karena letaknya di Jakarta yang merupakan jantungnya Indonesia, TMR juga bergaung
secara nasional. Kemudahan akses jalan dan harga-harga barang kebutuhan
pengunjung seperti makanan dan minuman, menjadikan sarana wisata ini
diminati seluruh segmen masyrakat.
Tak heran jika kunjungan wisata ke kebun binatang yang luasanya sekitar 140 hektar ini selalu membludak. Pengunjung tidak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari luar Jakarta bahkan dari luar Pulau Jawa.
Banyaknya pepohonan menyebabkan udara di dalam dan di sekeliling TMR lebih sejuk dibanding iklim rata-rata daerah Jakarta. Selain
secara fisik, kandungan partikulat udaranya juga menunjukkan sangat
baik dan berada di bawah batas ambang batas kualitas udara ambien
berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 551 tahun 2001.
Sulfur Dioksida (SO2), hasil pengukuran di dekat kandang Jerapah hanya
0,00651 ppm dan di halte busway 0,00717 ppm, sementara baku mutu ambien
adalah 0,34 ppm. Kondisi serupa juga terjadi untuk parameter lain
seperti Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Oksigen (O2), Hidrocarbon (HC), Debu (TSP), Timbal (Pb), Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S).
Demikian juga dengan kebisingan, dari ambang baku mutu 70 dB(A), di
kedua lokasi yang diukur di atas hanya 60,9 dan 67,7 dB(A) saja.
Demikian
pula dengan kualitas air sungai, TMR dapat dikatakan sebagai filter
sungai. Hasil pengukuran kualitas air sungai yang dilakukan pada akhir
tahun 2009 menunjukkan bahwa kadar mikrobiologi Koliform Tinja di aliran
Kali Mampang yang masuk sebesar 24.000/100ml dan di pintu keluar
menjadi 430/100ml, sedangkankan bakumutu berdasarkan Kep. Gub KDKI
Jakarta No. 582/1995 Baku Mutu Gol B : Baku Mutu Air Minum adalah
2.000/100ml.
Hasil pengukuran zat
padat terlarut (TDS), zat padat tersuspensi (TSS) dan parameter fisik
lainnya, atau Air raksa (Hg), Arsen (As) dan zat kimia lain, menunjukkan
bahwa pada pintu masuk kadarnya lebih tinggi dibanding dengan di pintu
keluar. Hal ini menunjukkan bahwa Kebun Binatang Ragunan menjadi filter air sungai yang mengalir melalui kawasan masrasatwa tersebut.
Nah,
untuk penduduk Jakarta dan sekitarnya, jika hanya sekedar ingin
menikmati udara segar tak perlu susah-susah pergi ke Puncak yang
lalu-lintasnya selalu padat merayap dan menghabiskan energi yang banyak
di perjalannnya, datang saja ke Taman Margasatwa
Ragunan. Di sanapun udara segar dan sehat akan didapat, anda bisa
bersepeda atau tiduran sepuasnya dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore di
atas rumput yang terawatt rapi dalam kawasan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar