Selasa, 11 Juni 2013

Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), yang berlokasi di Jakarta Selatan adalah salah satu sarana rekreasi menyegarkan. TMR yang lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Ragunan ini, pada tahun 2008 tercatat memiliki 2.333 ekoh hewan ppeliharaan dan 1.096 satwa liar.
Karena letaknya di Jakarta yang merupakan jantungnya Indonesia, TMR juga bergaung secara nasional. Kemudahan akses jalan dan harga-harga barang kebutuhan pengunjung seperti makanan dan minuman, menjadikan sarana wisata ini diminati seluruh segmen masyrakat.
Tak heran jika kunjungan wisata ke kebun binatang yang luasanya sekitar 140 hektar ini selalu membludak. Pengunjung tidak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari luar Jakarta bahkan dari luar Pulau Jawa.
Banyaknya pepohonan menyebabkan udara di dalam dan di sekeliling TMR lebih sejuk dibanding iklim rata-rata daerah Jakarta. Selain secara fisik, kandungan partikulat udaranya juga menunjukkan sangat baik dan berada di bawah batas ambang batas kualitas udara ambien berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 551 tahun 2001.
Sulfur Dioksida (SO2), hasil pengukuran di dekat kandang Jerapah hanya 0,00651 ppm dan di halte busway 0,00717 ppm, sementara baku mutu ambien adalah 0,34 ppm. Kondisi serupa juga terjadi untuk parameter lain seperti Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Oksigen (O2), Hidrocarbon (HC), Debu (TSP), Timbal (Pb), Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S). Demikian juga dengan kebisingan, dari ambang baku mutu 70 dB(A), di kedua lokasi yang diukur di atas hanya 60,9 dan 67,7 dB(A) saja.
Demikian pula dengan kualitas air sungai, TMR dapat dikatakan sebagai filter sungai. Hasil pengukuran kualitas air sungai yang dilakukan pada akhir tahun 2009 menunjukkan bahwa kadar mikrobiologi Koliform Tinja di aliran Kali Mampang yang masuk sebesar 24.000/100ml dan di pintu keluar menjadi 430/100ml, sedangkankan bakumutu berdasarkan Kep. Gub KDKI Jakarta No. 582/1995 Baku Mutu Gol B : Baku Mutu Air Minum adalah 2.000/100ml.
Hasil pengukuran zat padat terlarut (TDS), zat padat tersuspensi (TSS) dan parameter fisik lainnya, atau Air raksa (Hg), Arsen (As) dan zat kimia lain, menunjukkan bahwa pada pintu masuk kadarnya lebih tinggi dibanding dengan di pintu keluar. Hal ini menunjukkan bahwa Kebun Binatang Ragunan menjadi filter air sungai yang mengalir melalui kawasan masrasatwa tersebut.
Nah, untuk penduduk Jakarta dan sekitarnya, jika hanya sekedar ingin menikmati udara segar tak perlu susah-susah pergi ke Puncak yang lalu-lintasnya selalu padat merayap dan menghabiskan energi yang banyak di perjalannnya, datang saja ke Taman Margasatwa Ragunan. Di sanapun udara segar dan sehat akan didapat, anda bisa bersepeda atau tiduran sepuasnya dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore di atas rumput yang terawatt rapi dalam kawasan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar