TUGAS 6
MASYARAKAT PEDESAAN
& MASYARAKAT PERKOTAAN
1. MASYARAKAT PEDESAAN.
PENGERTIAN :
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam
hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka.
Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat
digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian,
dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan
teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat
pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama
warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang
hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan
dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan
bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota
masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling
mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap
keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
CIRI – CIRI MASYARAKAT
PEDESAAN :
·
Mempunyai
pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
·
Ada pertalian perasaan yang sama tentang
kesukuan terhadap kebiasaan.
·
Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang
paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam,
kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
·
Didalam
masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam
dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas
wilayahnya.
·
Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
·
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup
dari pertanian.
·
Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal
mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
2. MASYARAKAT PERKOTAAN :
PENGERTIAN
Masyarakat perkotaan atau lebih enak dipanggil urban
community lebih dikaitkan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya
yang sangat berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan.
CIRI - CIRI
MASYARAKAT PERKOTAAN :
·
Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan
dengan kehidupan keagamaan di desa.
·
Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya
sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah
manusia perorangan atau individu.
·
Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga
lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
·
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan
pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
·
Interaksi
yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor
pribadi.
·
Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat
penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
·
Dan Perubahan-perubahan sosial tampak dengan
nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh..
3.
DESA
PENGERTIAN :
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki
batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang
diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian
dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari
perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur
wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat ditingkatkan
statusnya menjadi kelurahan.
CIRI – CIRI DESA :
·
Mata pencaharian penduduk relatif pada sektor
pertanian.
·
Perbandingan antara lahan dan penduduk relatif
besar. Yaitu dimana lahan yang luas di huni oleh penduduk yang sedikit.
·
Hubungan antar warga relatif akrab.
·
Pada umumnya tradisi leluhur masih di pegang kuat.
SEBUTKAN DAN JELASKAN
CIRI – CIRI MASYARAKAT PEDESAAN :
·
Di dalam
masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam
dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas
wilayahnya.
·
Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan
dasar kekeluargaan (Gemeinschaft atau peguyuban)
·
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup
dari pertanian.
·
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal
mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya
4. SEBUTKAN PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN
MASYARAKAT PERKOTAAN + CARI CONTOH KASUS DAN DI ANALISA KAN!
Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat
pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat
masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah
bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata
permasalahan.
Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa
selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam
perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian
karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun
dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi,
sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri
karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang
bersifat umum.
Sederhana
Mudah curiga
Menjunjung tinggi
norma-norma yang berlaku didaerahnya
Mempunyai sifat
kekeluargaan
Lugas atau
berbicara apa adanya
Tertutup dalam hal
keuangan mereka
Perasaan tidak ada
percaya diri terhadap masyarakat kota
Menghargai orang
lain
Demokratis dan religius
Jika berjanji,
akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan
menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta
yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat
pedesaan.
Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan,
masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan
pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban
community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:
·
Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan
dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan
keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan
lainnya.
·
Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya
sendiri tanpa bergantung pada orang lain
·
Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar
untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
·
Jalan pikiran rasional yang dianut oleh
masyarkat perkotaan.
·
Interaksi-interaksi yang terjadi lebih
didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik
masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari
perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan
sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan
dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.
CONTOH KASUS :
Contohnya dalam lapangan pekerjaan, sebagian besar
masyarakat pedesaan lebih tertarik untuk mencari nafkah di kota, karena di kota
lebih luas lapangan kerjanya dari pada di desa, lain halnya masyarakat kota
yang selalu memilih tempat liburan ketika ingin mendinginkan fikiran dan hati
karena padatnya kehidupan di kota kebanyakan memilih berliburan di daerah -
daerah pedesaan.
ANALISA NYA :
Jadi intinya, masyarakat perkotaan secara tidak langsung
membutuhkan adanya masyarakat pedesaan, begitu pula
dengan sebaliknya, masyarakat pedesaan juga membutuhkan keberadaan masyarakat
perkotaan, meskipun keduanya memiliki perbedaan ciri-ciri dan aspek-aspek yang
terdapat di dalam diri mereka. Keduanya memiliki aspek positif dan aspek
negatif yang saling mempengaruhi keduanya dan saling berkesinambungan.
5. HUBUNGAN ANTARA DESA & KOTA (DAN
JELASKAN)
Hubungan ini dinamakan dengan interaksi wilayah yaitu
wilayah desa dan Kota. Jadi menurutmu apa yang dimaksud dengan interaksi wilayah
( Spatial Interaction ) ?
Interaksi wilayah (Spatial Interaction) adalah hubungan
timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua wilayah atau lebih, yang dapat
melahirkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru, secara langsung maupun
tidak langsung, sebagai contoh antara kota dan desa.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interaksi
antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
·
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua
wilayah atau lebih
Hubungan timbal
balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
·
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
·
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya :
informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
·
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi
bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal
balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat
positif dan negatif, sebagai contoh :
·
kota menjadi sasaran urbanisasi
·
dan juga terjadinya perkawinan antar suku dengan
budaya yang berbeda.
6.
SEBUT DAN JELASKAN 5 UNSUR LINGKUNGAN
PERKOTAAN.
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola
kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin
dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat
dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang
meliputi :
·
Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota
yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta
untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini
menghadapkan
dapat
mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan
kebutuhan penduduk untu masa mendatang
memperbaiki
keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu
kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan
menyenangkan
·
Karya :
unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena
unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
·
Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan
yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan
tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain
atau daerah lainnya.
·
Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang
perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi,
pertamanan, kebudayaan dan kesenian
·
Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang
penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat
unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan,
perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
7.
SEBUTKAN DAN JELASKAN ASPEK POSITIF
& NEGATIF MASYARAKAT DENGAN KOTA
Masyarakat pedesaan dan perkotaan mengenal berbagai macam gejala sosial,
khussunya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan
penuh dengan ketegangan-ketegangan social.
Gejala- gejala social itu adalah :
·
Konflik ( Pertengkaran )
Pertengkaran-Pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah
sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar ruamah tangga.
b. Kontraversi ( Pertentangan )
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh peruibahan konsep-konsep kebudayaan
(adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna ( black
magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi ini dari
sudut kebiasaan masyarakat.
·
Kompetisi ( Persiapan )
Masyarakat pedesaan adalah manusia pada biasanya yang antara lain
mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka
wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negative.
·
Kegiatan
pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang
dapat bekerja keras tanpa bentuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan
bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu
kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.
Kalau pendapat saya masyarakat pedesaan lebih beranggapan bahwa di kota
lebih banyak pekerjaan dan lebih mudah mendapatkannya,karena inilah masyarakat
pedesaan berbondong – bondong datang ke Ibu kota untuk mencari pekerjaan dan
akibatnya malah banyak pengangguran di Ibu Kota. Dan ini juga yang membuat Ibu
Kota menjadi semakin macat dan berbahaya karena jumlah pengangguran semakin
tinggi dan banyak orang yang ingin mendapatka pekerjaan untuk kebutuhan hidup
keluarganya.
REFRENSI
Jadi
dari semua pokok pokok permasalahan di atas yang membedakan dari kedua nya
tersebut memang sudah sangat jelas, tetapi lebih baik nya kita mulai dari
sekarang bias harus besikap seperti masyarakat di pedesaan yang sudah
menanamkan sopan santun dan ramah tamah dari sejak dini, maka dari itu kita
patut mengambil sisi positif dari masyarakat pedesaan yang kebanyakan dari
mereka selalu mengutamakan tata karma dan juga sopan santun yang sangat baik..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar